• Selamat Datang di Website Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat

Apa Tugas Penyuluh Pertanian?

Penyuluh Pertanian memiliki tugas dan fungsi memberikan penyuluhan kepada petani melalui pendekatan kelompoktani agar pengetahuan, keterampilan maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usahatani guna meningkatkan kesejahteraannya. Dalam melaksanakan tugasnya agar berjalan efektif dan efisien, setiap Penyuluh Pertanian perlu melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut : persiapan; pelaksanaan; evaluasi dan melaporkan kegiatan penyuluhan dan pengembangan penyuluhan pertanian.

Persiapan Penyuluhan

Persiapan penyuluhan merupakan bagian penting sebelum pelaksanaan penyuluhan diselenggarakan. Persiapan penyuluhan yang terencana dengan baik akan mempermudah Penyuluh Pertanian untuk melaksanakan penyuluhan guna mencapai tujuan penyuluhan yaitu perubahan perilaku, keterampilan dan pengetahuan petani. Persiapan tersebut antara lain melakukan Identifikasi potensi wilayah (IPW) dan Agroekosistem; Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK); Penyusunan programa penyuluhan pertanian bersama tim; dan Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTPP).

Pelaksanaan Penyuluhan

Berdasarkan hasil persiapan penyuluhan yang telah dilakukan, seperti tersedianya data potensi wilayah, rencana kegiatan dan kebutuhan kelompok sudah tersusun dan RKTPP telah tersusun, maka proses penyuluhan siap untuk dilaksanakan. Tanpa persiapan yang baik, pelaksanaan penyuluhan pertanian akan kehilangan arah dan tujuan. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa metode yang dapat diterapkan Penyuluh Pertanian agar dapat berjalan efektif dan efisien. Prinsipnya, dalam menentukan metode penyuluhan perlu mempertimbangkan antara lain:  a. tujuan yang ingin dicapai (petani tahu, mau, mampu);  b. isi pesan (umum/khusus); c. target sasaran (individu, kelompok, umum). d. dana yang tersedia.

Berdasarkan klasifikasinya, terdapat tiga metode penyuluhan yaitu metode penyuluhan media massa (TV, radio, lieflet dan lain-lain), metode penyuluhan kelompok (demonstrasi/peragaan teknologi, kursus tani, sekolah lapang dan lain-lain) dan metode penyuluhan individu (konsultasi pertanian). Setiap metode penyuluhan memiliki kelebihan dan kelemahan, misalnya pelaksanaan kursus tani (pendekatan kelompok) memiliki kelebihan antara lain: petani dapat berinteraksi dan berpartisipatif langsung; permasalahan yang dihadapi petani dapat segera dipecahkan bersama-sama, sedangkan kelemahannya antara lain: jangkauan sasaran terbatas; biaya yang digunakan relatif mahal.  

Evaluasi dan Pelaporan

Evaluasi merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam proses penyuluhan, evaluasi penyuluhan sangat penting untuk mengukur/menilai sejauh mana tingkat keberhasilan kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan. Dalam proses evaluasi, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan seperti apakah ada perubahan pengetahuan, prilaku,  dan sikap petani; bagaimana sarana dan prasarana yang tersedia; sudah tepatkah metode penyuluhan yang digunakan; dan lain sebagainya. Untuk itu, sebelum melakukan evaluasi perlu ditetapkan indikator-indikator terkait apa yang akan dievaluasi dalam pelaksanaan penyuluhan.

Hasil kegiatan penyuluhan pertanian yang telah dilaksanakan dilaporkan kepada pimpinan selaku penanggungjawab kegiatan penyuluhan sebagai bahan pengambilan keputusan/kebijakan. Setiap penyuluh pertanian berkewajiban membuat laporan pelaksanaan kegiatan yang telah diselenggarakannya. Laporan tersebut disampaikan setiap bulan, triwulan, semester dan setiap tahun.

Pengembangan Penyuluhan Pertanian

Penyuluh pertanian wajib meningkatkan kompetensinya agar menjadi penyuluh pertanian yang profesional. Bentuk pengembangan profesinya dapat diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah di bidang pertanian; Menerjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan di bidang pertanian; dan Memberikan konsultasi dibidang pertanian yang bersifat konsep.

Karya tulis ilmiah bagi penyuluh pertanian dapat diambil dari permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan penyuluhan di wilayah kerja masing-masing, baik permasalahan sosial, ekonomi dan teknis pertanian.

Demikian sekilas tentang tugas penyuluh pertanian, semoga bermanfaat.