• Selamat Datang di Website Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat

Kadistan ajak komunitas dan pegiat Medsos promosikan Festival Durian Bumi Khatulistiwa

Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Provinsi Kalbar  mengajak komunitas seperti Jewita Kalbar, Genpi Kalbar dan Pontianak, Blogger Pontianak, Youtuber Kalbar dan pegiat Media Sosial (Medsos) untuk mempromosikan kegiatan Festival Durian Bumi Khatulistiwa 2019.

"Kita percaya dan yakin melalui komunitas dan aktivitas nya di dunia maya, promosi oleh anak muda ini akan lebih masif dan maksimal. Untuk itu kita gelar silaturahim dan makan durian bersama," ujar Kadistan TPH Kalbar, Heronimus Hero saat menggelar konferensi pers bersama media dan komunitas, Jumat (16/8).

Pada kesempatan itu, Heronimus Hero menyebutkan bahwa waktu pelaksanaan Festival Durian Bumi Khatulistiwa 2019  semula berakhir tanggal 27 Agustus 2019, namun waktu diperpanjang hingga tanggal 1 September 2019.

“Animo masyarakat tinggi sehingga batas waktu pelaksanaan diperpanjang,” kata dia.

Sementara kontes durianya sendiri akan digelar lebih awal. Tepatnya mulai pembukaan festival. Pelaksanaan kontes lebih awal mempertimbangan kondisi cuaca. Menurutnya kondisi cuaca seperti sekarang bisa menyebabkan duriah lebih cepat matang.

“Khawatirnya ketika buah puncak sudah lebih jatuh sehingga pelaksanaan kontes terlambat, karena itu kontesnya kami mulai bersamaan dengan pembukaan festival,” jelas Hero.

Hero mengatakan bahwa festival itu memiliki hadiah terbesar dibandingkan yang lainnya. Hadiah untuk Juara I sebesar Rp50 juta. Untuk Juara II da III, masing-masing Rp20 juta dan Rp10 juta. Sedangkan juara harapan I hingga III, masing-masing Rp3,5 juta, Rp3 juta dan Rp2 juta.

Ia menjelaskan pelaksanaan festival ini sebagai titik awal untuk melindungi buah duriah di Kalbar. Hal itu dikarenakan potensi durian dinilai sangat luar biasa. Belum lagi variasi masing-masing kabupaten sangat banyak.

“Dengan festival skala skala provinsi maka bisa mengkompilasikan keunggulan genetis kabupaten untuk ikut di kontes. Nanti durian paling baik, kami lindungi dan kembang biakan untuk memperbanyak,” jelas Hero.

Hero menyebutkan animo peserta yang mengikuti kontes sangat tinggi. Saat ini peserta yang sudah mendaftar tercatat sebanyak 50 orang. Mereka dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Tingginya animo itu, lanjut Hero, membuat pihaknya melakukan penyeleksian di lapangan sebelum durian tersebut dianggap memiliki potensi ikut ikut dalam kontes di tingkat provinsi.

“Misalnya di Sanggau, tim kami turun dan kemudian durian dikumpulkan di tingkat desa dan kecamatan, jika punya potensi bisa ikut di tingkat provinsi. Jika dibiarkan terbuka saja maka peserta bisa terlalu banyak dan tentu kesulitan dalam memberikan penilaian,” jelas Hero.

Di sisi lain, panitia justru memberikan kemudahan bagi peserta kontes. Panitia akan menjemput peserta beserta buah durian yang dilombakan. 

“Jika ada yang kurang mampu atau tidak ada waktu, maka kami jemput. Tujuannya mengurangi hambatan dalam pelaksanaan kontes pada Festival Duria Bumi Khatulistiwa,” sambung Hero. 

Kemudian, tambah Hero, meski kontes digelar lebih awal namun pengumuman pemenang dilakukan pada hari penutupan festival. Bahkan digelar lelang durian pada akhir acara. Lelang itu untuk durian yang memenangi kontes. Ketika laku dilelang, maka uang itu akan dikembalikan kepada pemilik durian. 

Hero menyebutkan ada lima juri yang akan melakukan penelitian. Lima juri itu dari berbagai latar belakang sesuai dengan keahliannya. Seperti penggiat durian, praktisi dan peneliti.

“Kami pikir mereka sudah professional dan berkompeten, pengalamannya juga sudah dimana-mana, termasuk juri di luar negeri,” kata dia. 

Sementara beberapa kriteria penilaian itu seperti ketebalan, penampilan warna dan daya tahan durian. Ia menyebutkan durian bagus itu memiliki daya tahan yang baik juga. Kualitas durian dianggap tidak baik jika baru satu hari jatuh kulitnya sudah merekah. Sebaliknya kualitas yang terbilang baik itu bilamana ada durian yang hingga lima hari pun masih tahan dan kulitnya belum merekah.

“Jadi, semakin banyak daftar dari kabupaten, kami semakin senang. Harapannnya semakin banyak kekayaan genetis untuk buah durian yang bisa dilindungi,” harapnya.

Share

Facebook Fanspage

Visitor

Login anggota