• Selamat Datang di Website Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat

Petani harus menangkap peluang ekonomi tanaman pangan alternatif

Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar mengajak para petani untuk mengambil peluang ekonomi dari budidaya komoditas pangan alternatif.

“Peluang ekonomi komoditas pangan alternatif saat ini di Kalbar terbuka lebar. Pangan alternatif tersebut seperti dari umbi – umbian,” ujar Kadistan TPH Kalbar, Heronimus Hero saat Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Tanaman Pangan Alternatif Tahun 2019 di Pontianak, Selasa.

Ia mencontohkan untuk umbi – umbian yang peluangnya besar yakni talas atau keladi. Menurutnya prospek usaha keladi dan harganya masih sangat menguntungkan petani.

“Dalam satu hektare petani bisa menghasilkan sekitar 20 ton. Untuk harga di tingkat petani saat ini di kisaran Rp6.000 per kilogram. Sedangkan di tingkat pasar sekitar Rp12.000 – Rp14.000 per kilogram,” jelas dia.

Selain dari sisi produksi terpenting yang dilakukan petani agar mendapat keuntungan lebih dengan masuk proses pengolahan, bukan menjual bahan baku saja.

“Kalau mau untung ya menanam, mendistribusikan, mengolah dan distribusi mengolah. Setiap tahapan tersebut ada nilai keuntungan. Petani bisa memperoleh nilai tambah,” papar dia.

Pihaknya mengakui bahwa untuk tanaman pangan alternatif saat ini bukan prioritas utama. Menurutnya untuk prioritas masih pada tanaman padi.

“Saat ini pemerintah masih fokus pada budidaya padi, padi dan padi. Sedangkan untuk tanaman pangan alternatif masih kecil porsi nya. Hal itu karena anggaran terbatas. Kemudian di sisi lain kebutuhan pokok utama saat ini masih beras,” jelas dia.

Menurutnya untuk tahun ini bantuan pemerintah untuk tanaman pangan alternatif seluas 10 hektare.

“Luas lahan yang dibantu untuk pengembangan pangan alternatif masih 10 hektare. Tahun depan akan bertambah menjadi 26 hektare,” jelas dia.

Hero menekankan untuk saat ini pangan alternatif lebih kepada menangkap peluang ekonominya. Sehingga hal itu bisa menjadi refrensi petani untuk membudidayakan komoditas pertanian yang potensial.

“Kita dari pemerintah hanya memberikan masukan kepada petani komoditas pertanian apa sih yang memiliki peluang ekonomi dan bisa  sejahterakan petani. Satu di antara ya ini dari komoditas pangan alternatif. Silahkan petani membudidayakan nya,” papar dia.

Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Tanaman Pangan Alternatif Tahun 2019  yang digelar Hotel Gajah Mada Pontianak yang berlangsung dari tanggal 30 -31 Juli 2019 tersebut diikuti petugas pertanian dari kabupaten dan petani.

 

 

Share

Government Public Relations

Facebook Fanspage

Visitor

Login anggota