• Selamat Datang di Website Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat

Ekspor pertanian Kalbar pada Januari – Mei 2019 melalui Entikong sudah di atas Rp5 miliar

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan) TPH Kalbar, Heronimus Hero menyebutkan nilai ekspor dari komoditas pertanian di Kalbar yang melalui Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat sudah di atas Rp5 miliar.

“Dari data Balai Karantina periode Januari – Mei 2019 ini nilai ekspor dari pertanian meningkat signifikan dan bahkan sudah di atas Rp5 miliar. Tujuan ekspor kita melalui Entikong tersebut yakni Malaysia,” ujarnya di Pontianak, Rabu.

Hero menjelaskan bahwa dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama, tahun ini meningkat tajam. Hal itu ditunjang  adanya regulasi terhadap ekspor komoditas pertanian.

“Tahun lalu di waktu yang sama nilai ekspor pertanian di Kalbar hanya di atas Rp100 juta saja. Namun tahun ini meningkat tajam,” jelas dia.

Ia menjelaskan  komoditas pertanian yang memiliki andil besar dan diminati yakni buah langsat dengan nilai Rp2 miliar atau sebanyak 279 ton. Selanjutnya pisang dengan nilai Rp693 juta atau 138 ton, jahe Rp 516 juta, kacang panjang Rp342 juta atau 16 ton, semangka Rp260 juta atau 16 ton dan jeruk Rp129 juta atau 24 ton.

“Setelah itu banyak komoditas lainnya meskipun nilainya juga baik. Secara umum baik tanaman pangan dan hortikultura di Kalbar sudah banyak diekspor sebagaimana permintaan pasar,” papar dia.

Dengan peluang pasar dan peluang ekspor yang besar pihaknya dari Distan TPH Kalbar terus mendorong  percepatan produksi, peningkatan kualitas produk dan registrasi kebun.

“Itu bentuk dukungan kita untuk kemajuan pertanian dan peningkatan ekspor Kalbar ke luar. Kita akan anggarkan untuk itu sebagai komitmen,” papar dia.

Pihaknya juga akan terus memperkuat koordinasi dan data dengan pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak. Ia menyebutkan pihak Karantina sendiri sudah berkunjung ke Distan TPH Kalbar dalam rangka memperkuat hal tersebut.

“Apa yang kita lakukan juga untuk melakukan percepatan untuk mewujudkan Indonesia sebagai  lumbung pangan dunia pada 2045. Untuk menuju itu tentu masyarakat dunia harus mengkonsumsi produk Indonesia. Oleh karena ekspor ini memiliki penting,” jelas dia.

Ia meyakini potensi pertanian di Kalbar sangat besar. Sehingga upaya percepatan produksi dan peningkatan kualitas produk pertanian baik pangan dan hortikultura di Kalbar dimaksimalkan.

“Kembali kita dari sisi pemerintah terus mendukung petani atau kemajuan pertanian di Kalbar. Kekayaan alam dan potensi kita dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” sebut dia.

 

Share

Facebook Fanspage

Visitor

Login anggota