• Selamat Datang di Website Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat

PETANI SAYUR BERHARAP QUOTA PUPUK BERSUBSIDI DI TAMBAH

komisi IV DPR RI ke Lahan Pertanian Sayur Pontianak Utara

Pontianak-Agroinfo

Para Petani sayur berharap quota pupuk bersubsidi dapat ditambah ! Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pengurus Kelompok Tani Bunga Khatulistiwa  Tan Lian Hie saat dikunjungi oleh Komisi IV DPR RI di lahan pertanaman sayuran di Jalan Sungai Selamat, Siantan Hilir Pontianak Utara (30/4/2018). Tan Lian Hie mewakili para pengusaha tani sayuran berkesempatan menyampaikan permohonan tersebut langsung ke wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan yang sedang melakukan Kunjungan Kerja masa reses di Kalimantan Barat bersama 4 anggota DPR RI lainnya, yaitu Darori Wonodipuro, Sulaeman Hamzah, Ahmad Yohan, dan Budisatrio Djiwandono.

Menurut Tan Lian Hie, keperluan pupuk, khususnya Urea mencapai 350 Ton setiap tahunnya, sementara alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah hanya 10 ton per tahun. Itu artinya sangat kecil sekali yaitu hanya 2% dari kebutuhan. Dikatakannya saat ini ada sekitar 200 Ha lahan di Pontianak Utara yang diusahakan untuk budidaya tanaman sayuran, dimana setiap tahun para pengusaha tani melakukan pertanaman sebanyak 7 sampai 9 kali per tahun. Dengan demikian dari 200 ha lahan akan menghasilkan luas panen sebanyak 1400 Ha sampai 1800 Ha setiap tahunnya.  Sedangkan Kelompok Tani Bunga Khatulistiwa sendiri mengelola lahan seluas 15,8 Ha. Tingginya intensitas pertanaman sayur di Kota Pontianak tersebut tentu tidak akan terlepas dengan kebutuhan pupuknya. Oleh karena itu Tan berharap Quota pupuk bersubsidi dapat ditambah….paling tidak akan sedikit meringankan biaya Usaha Tani, katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, sangat memahami harapan yang disampaikan oleh Pengusaha Tani sayuran tersebut. "Oleh karena itu Kami di Komisi IV akan mengupayakan adanya penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk sub sector Hortikultura, khususnya untuk komoditas sayuran". Daniel juga mengatakan bahwa Pontianak Utara sebagai sentra sayuran di Kalimantan Barat, berperan penting dalam menyediakan produksi sayuran di Kalbar, karena produk sayuran yang dihasilkan tidak hanya memasok kebutuhan sayuran penduduk Kota Pontianak saja, melainkan juga beberapa kabupaten lainnya di Kalbar.  Oleh karena itu kesinambungan produksi sayuran dari kota Pontianak harus tetap kita jaga, salah satunya melalui ketersediaan pupuk.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero  yang mendampingi Kunjungan Kerja Komomisi IV DPR RI juga sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Wkl. Ketua Komisi IV DPR RI. Dikatakan Hero bahwa memang secara total, quota pupuk bersubsidi sub sector hortikultura untuk Provinsi Kalimantan Barat tahun 2018 sangat kecil yaitu sekitar 3 ribu ton yang terdistribusi di 14 Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat. “Kita juga sangat berharap, quota pupuk bersubsidi di Kalimantan Barat dapat ditambah oleh Kementerian Pertanian RI”. Hero juga mengatakan bahwa “Kita akan usulkan untuk adanya penambahan quota, atau kita akan evaluasi distribusi pupuk yang ada pada tahun 2018 ini, jika ada alokasi yang tidak dimanfaatkan, akan kita relokasi ke yang membutuhkan, terutama untuk pertanian sayur di Kota Pontianak ini”.

Pertanaman Sayur Kelompok Tani Bunga Khatulistiwa yang dikunjungi Komisi IV DPR RI, sudah berdiri sejak tahun 2000, memiliki luas lahan 15,8 Ha yang beranggotakan 27 orang. Komodity sayuran utama yang ditanam antara lain adalah bayam, kangkung, sawi keriting, sawi manis, sawi pahit, dan selada. Rata rata Produksi sayuran setiap kali panen sekitar 8 ton per hektar. Sedangkan dalam satu tahun para petani dapat memanen 8 - 9 kali. Artinya produksi per hektarnya dalam satu tahun mencapai sekitar 70 ton.  Sementara itu harga jual sayuran masih sangat menjanjikan dan stabil, harga di tingkat penampung saat ini berkisar antar IDR. 2.500/kg s.d IDR. 8.000/kg tergantung jenis sayurannya.

**H2O**

Share