• Selamat Datang di Website Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat

Study Banding Hazton PPL Sulteng ke Kalbar

Ir. Erwin Zulkarnaen : Bravo Hazton.

Pontianak_ Unit Perbanyakan Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPBTPH) Provinsi Kalbar atau yang lebih dikenal dengan BBI Padi Peniraman kedatangan rombongan Study Banding Teknologi Hazton dari Provinsi Sulawesi Tengah.

“Tujuan study banding ini untuk mempelajari Teknologi Hazton langsung ke sumbernya,” kata Kepala UPBTPH Kalbar Anton Kamaruddin yang sekaligus salah satu penemu metode Hazton. Kamis 15 Desember 2016

Rombongan tersebut terdiri dari Petugas Penyuluh Lapangan, BP3K, BPS, Dinas Pertanian Sulteng, BPTP Sulteng, dan ditemani Tim dari Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian Jakarta dan Provinsi Kalbar.

Dalam kegiatan ini selain melihat secara langsung penerapan Teknologi Hazton di lapangan,  juga disampaikan presentasi Sejarah Perkembangan dan Titik Kritis Teknologi Hazton oleh Kepala UPBTPH Kalbar Anton Kamaruddin.

"Kami mengapresiasi kegiatan semacam ini agar penyuluh dapat menjembatani Teknologi Hazton yang benar kepada para petani," Ir. Hazairin, MS bersama  Anton Kamaruddin menginisiasi Teknologi Hazton.

 Kegiatan studi banding dengan peserta para penyuluh dan petugas teknis dari 3 kabupaten (parigi moutong, poso dan morowali) serta BPTP prov sulteng ke BBIP Kalbar sangat bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan wawasan terhadap penerapan teknologi Hazton di lapangan.

"Teknologi Hazton perlu disosialisasikan dan diterapkan lebih lanjut secara meluas di berbagai wilayah di Indonesia, agar hasil panen dan kesejahteraan petani meningkat" kata Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan, Pusat Penyuluhan Pertanian sekaligus Ketua Rombongan Study Banding bapak Ir. Erwin Zulkarnaen

Mengingat teknologi Hazton sudah diujicobakan di lokasi masing2 peserta, dengan penjelasan yg detail dan jelas semakin menambah wawasan para peserta, terutama menyangkut langkah2 kritis yg harus diperhatikan pada saat pelaksanaannya.

“Penyebarluasan informasi secara menyeluruh mengenai SOP penerapan teknologi Hazton mutlak dibutuhkan di lapangan agar dalam pelaksanaannya bisa diperoleh hasil yang maksimal,” tambah Ir. Erwin Zulkarnaen

“Teknologi Hazton perlu disosialisasikan dan diterapkan lebih lanjut secara meluas di berbagai wilayah di indonesia, agar hasil panen dan kesejahteraan petani meningkat,”tambahnya Lagi

 

Anton Kamaruddin.

 

 

Undefined

Tags: